Potensi Ekonomi Batubara Kaltim dan Tantangan Pembagian Manfaatnya

1789560776780

Potensi Ekonomi Batubara Kaltim dan Tantangan Pembagian Manfaatnya

SAMARINDA —  tribun-tv.com Sektor pertambangan batubara di Kalimantan Timur menyumbang nilai ekonomi yang besar setiap tahunnya. Namun, aliran manfaatnya ke daerah penghasil dinilai belum sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan data yang dirilis Yayasan Mitra Hijau, nilai ekonomi dari industri batubara di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai sekitar Rp864 triliun per tahun. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah di Kaltim menerima sekitar Rp8,56 triliun melalui skema dana bagi hasil. Angka ini setara dengan kurang dari satu persen dari total nilai ekonomi yang dihasilkan.

Ketimpangan ini menjadi perhatian karena wilayah penghasil batubara menanggung berbagai dampak dari aktivitas pertambangan. Beberapa di antaranya adalah perubahan lanskap, bekas lubang tambang yang memerlukan penanganan, serta tekanan terhadap lingkungan hidup, termasuk ekosistem Sungai Mahakam dan habitat satwa seperti Pesut Mahakam.

Pemerintah daerah, melalui Dinas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, menyatakan terus berupaya memperbaiki tata kelola pascatambang. Langkah yang sedang dijalankan meliputi peningkatan pengawasan, percepatan reklamasi, serta penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan.

Sementara itu, pelaku usaha menyatakan telah menaati kewajiban pembayaran pajak dan pungutan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka juga berkomitmen menjalankan reklamasi dan pascatambang sesuai rencana yang disetujui pemerintah.

Berbagai pihak sepakat bahwa pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan menjadi hal yang mendesak. Diversifikasi ekonomi dan transisi energi dinilai penting agar Kalimantan Timur tidak terus bergantung pada satu sektor saja.

Red