Adu Cacak Sengit di Semarak Desa Selengen: Rainan Pukulan Patih Berambang Ulung Diuji Ketangguhan Guntur Seketi
Adu Cacak Sengit di Semarak Desa Selengen: Rainan Pukulan Patih Berambang Ulung Diuji Ketangguhan Guntur Seketi
SELENGEN Lombok Utara rabo 30 september 2026 tribun-tv.com — Gelanggang seni budaya tradisional Presean yang digelar dalam rangka Semarak Desa Selengen mendadak bergemuruh. Ribuan pasang mata penonton yang memadati arena disuguhkan pertarungan berkelas tinggi yang mempertemukan dua pepadu nama besar, yakni Patih Berambang Ulung melawan Guntur Seketi. Pertandingan tanding inti ini sukses menyedot perhatian dan menjadi buah bibir warga karena menyajikan atraksi saling cacak yang sarat adrenaline, teknik, serta ketahanan fisik luar biasa.
Sejak irama gamelan pengiring presean dimainkan, tensi di dalam arena langsung meningkat pesat. Sorak-sorai dan teriakan heboh dari para penonton saling bersahutan mengiringi langkah kedua pepadu yang memasuki gelanggang dengan membawa penyalin (rotan) dan ende (perisai kulit). Atmosfer persaingan sehat namun sarat harga diri sangat terasa, menjanjikan tontonan yang tak hanya menghibur tetapi juga membakar semangat kebersamaan masyarakat.
Begitu peluit pekembar (wasit arena) dibunyikan, pertarungan keras tak terhindarkan. Kedua pepadu langsung mengambil inisiatif serangan dan memperagakan aksi saling cacak secara agresif. Patih Berambang Ulung tampil sangat lincah dengan mengandalkan kecepatan serta akurasi sabetan. Rotan di tangannya bergerak cepat menyasar celah pertahanan lawan, melayangkan pukulan bertubi-tubi yang mendarat telak di tubuh Guntur Seketi. Benturan keras antara kayu rotan dan kulit tubuh menimbulkan bunyi nyaring yang berkali-kali memicu riuh tepuk tangan penonton.
Sabetan-sabetan tajam Patih Berambang Ulung meninggalkan bekas memar merah yang terlihat jelas di badan Guntur Seketi. Kendati demikian, Guntur Seketi yang memiliki postur tubuh besar dan kekar menunjukkan ketangguhan mental serta fisik yang membaja. Sama sekali tak gentar oleh hujan pukulan, ia tetap berdiri tegak, meredam gempuran dengan perisainya, lalu melancarkan serangan balasan yang tak kalah menggelegar. Kombinasi ketahanan fisik Guntur Seketi dan kelincahan Patih Berambang Ulung menjadikan setiap detiknya penuh dengan kejutan.
Pertarungan berlanjut hingga ronde terakhir dengan intensitas yang tak sedikit pun menurun. Luar biasanya, meski telah melewati laga yang begitu keras dan menguras stamina, kedua pepadu masih terlihat sama-sama segar, bugar, dan penuh daya juang di atas arena. Tidak ada tanda-tanda kelelahan ekstrem atau rasa menyerah dari kedua belah pihak, membuktikan kualitas persiapan fisik dan keandalan jiwa ksatria yang mereka miliki.
Usai babak puncak berakhir, gemuruh apresiasi dari penonton memenuhi seluruh penjuru arena. Pertandingan tidak hanya menyajikan pertarungan sengit yang menghibur, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, serta kelestarian budaya lokal. Laga antara Patih Berambang Ulung dan Guntur Seketi resmi menjadi salah satu pertunjukan paling berkesan dan paling sukses dalam rangkaian perayaan Semarak Desa Selengen tahun ini.
(Muh Jaelani)
