Detik-Detik Sani (80) Teteskan Air Mata, Terima Bantuan Program Bedah Rumah Dari Kapolda Bengkulu

IMG-20261001-WA0067

Detik-Detik Sani (80) Teteskan Air Mata, Terima Bantuan Program Bedah Rumah Dari Kapolda Bengkulu

BENGKULU SELATAN – tribun-tv.com  Tangis haru pecah di sebuah gubuk reyot di Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Pino Raya. Sani (80), seorang kakek sebatang kara, tak kuasa menahan air mata saat rumahnya yang hampir roboh didatangi langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., Kamis (24/09/2026).

Sudah 10 tahun, Sani (80) tinggal di rumah berdinding papan lapuk dan beratap seng bocor. Saat hujan turun, air masuk dari segala penjuru. Untuk tidur, ia hanya beralas tikar tipis di atas tanah.

Detik-detik mengharukan itu terjadi saat Kapolda Bengkulu turun dari mobil dan langsung memeluk Kakek Sani. Saat mendengar rumahnya akan dibedah total oleh Polda Bengkulu, Kakek Sani langsung terduduk dan meneteskan air mata.

“Terima kasih nak, terima kasih Bapak Polisi… Saya dak pernah mimpi rumah saya akan diperbaiki,” ucap Sani dengan suara terbata-bata sambil memeluk Kapolda erat.

Melihat kondisi tersebut, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid tampak ikut berkaca-kaca.

“Hari ini kita mulai, pak. Bapak jangan lagi tinggal di sini. Nanti selama rumah dibangun, Bapak tinggal dulu di rumah tetangga yang lebih layak, semua biaya dari kami,” ujar Kapolda dengan suara lembut.

Kapolda menambahkan, program bedah rumah ini merupakan program Bakti Presisi dan bantuan kemanusiaan hasil dari program setiap hari Rp.2000 anggota Polri (Sriduri) di jajaran Polda Bengkulu dalam rangka sebagai wujud Polri hadir untuk masyarakat.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal kemanusiaan. Kewajiban kita memastikan tidak ada warga kita, terutama orang tua sebatang kara seperti Bapak Sani, yang tinggal tidak layak di Bumi Bengkulu ini,” tegas Irjen Yudhi.

Berdasarkan pantauan, rumah Kakek Sani memang sudah sangat tidak layak. Dinding papan sudah dimakan rayap, tiang penyangga miring, lantai masih tanah, dan tidak memiliki MCK yang layak. Kakek Sani hidup dari membuat bubu dan keranjang dari rotan dan belas kasihan tetangga serta bantuan BLT Desa.

Kades Jeranglah Rendah, Junali, mengatakan Datuk Sani memang sudah lama menjadi perhatian desanya, namun keterbatasan anggaran desa membuat perbaikan total belum bisa terlaksana.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda. Sudah 2 tahun kami usulkan bedah rumah untuk Bapak Sani, Alhamdulillah hari ini Allah jawab lewat Polda Bengkulu,” ujar Kades.

Di akhir kunjungan, Kapolda Bengkulu menyerahkan bantuan paket sembako, dan uang santunan kepada Bapak Sani. Program bedah rumah tersebut ditargetkan selesai dalam sesingkatnya dengan melibatkan personel Polres Bengkulu Selatan, dan warga sekitar secara gotong royong.(Tajarman)