Pemuda Asal Bayan yang Tak Pernah Lelah Jadi Garda Terdepan Untuk Warga Sakit*

IMG-20260923-WA0013

*Pemuda Asal Bayan yang Tak Pernah Lelah Jadi Garda Terdepan Untuk Warga Sakit*

_Baginya, Mendampingi Sesama Adalah Iman, Sedekah, dan Panggilan Jiwa Sosial_

*BAYAN 23/09/2026, Lombok Utara – tribun-tv.com  Di tengah kesibukan banyak orang mengejar kepentingan pribadi, ada sosok pemuda asal Bayan yang memilih jalan berbeda. Tanpa lelah, tanpa henti, dan tanpa pamrih, ia tetap berdiri tegak menjadi garda terdepan dalam mendampingi masyarakat yang sedang sakit.

Konsistensinya sudah dirasakan warga. Ia selalu ada — mengantar ke Puskesmas, mengurus rujukan ke rumah sakit, menunggu pasien hingga larut malam, dan memastikan keluarga pasien tidak merasa berjuang sendirian.

Ketika ditanya apa motivasinya, ia menjawab dengan lugas bahwa apa yang ia lakukan adalah panggilan hati.

“Saya tidak melihat ini sebagai pekerjaan. Ini adalah bagian dari iman, ini adalah sedekah, dan ini adalah jiwa sosial yang dalam. Selagi saya masih bisa berdiri tegak, saya akan tetap mendampingi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, dalam membantu ia tidak pernah memilah dan memilih siapa yang dibantu.

“Kita tidak memandang suku, ras, dan jabatan. Akan tetapi bagaimana keberadaan kita ini bisa bermanfaat buat banyak orang,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan. Justru dari perbedaan itulah kekuatan bangsa dibangun.

“Apapun suku, agama, ras anda, mari kita sesama anak bangsa tetap berdiri tegak untuk membangun negeri. Dan bekerjalah dengan ikhlas, dan dengan kata Lillahi Ta’ala,” tutupnya.

Apa yang ia lakukan mungkin terlihat sederhana, namun sangat besar maknanya bagi warga kecil di pelosok. Kehadirannya memberi harapan bahwa mereka tidak sendiri.

Tanpa pamrih dan tanpa mengharap balasan, ia mengajarkan kita bahwa arti pemuda sesungguhnya bukan soal usia, melainkan soal kebermanfaatan. Dan iman yang paling hidup adalah iman yang bergerak untuk membantu sesama.