Sabdanom: Pemda KLU Jangan Abaikan Denda Nurhati, Pelaku UMKM Anyaman Bambu di Gangga*

IMG-20260829-WA0005

Sabdanom: Pemda KLU Jangan Abaikan Denda Nurhati, Pelaku UMKM Anyaman Bambu di Gangga*

*LOMBOK UTARA* – tribun-tv.com Nama Denda Nurhati sudah tidak asing di kalangan pengerajin anyaman bambu Dusun Goa, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Selama bertahun-tahun ia merintis usaha kerajinan dari bambu dan memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

Namun hingga kini, usaha tersebut belum mendapatkan dukungan permodalan yang memadai dari pemerintah.

Hal itu disampaikan tokoh masyarakat setempat, *Sabdanom*, yang menilai usaha milik Denda Nurhati layak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

“Ini bukan usaha musiman. Sudah lama Ibu Denda Nurhati tekuni dan hasilnya juga sudah dirasakan warga Dusun Goa. Banyak yang menggantungkan hidup dari sini sebagai pengerajin,” kata Sabdanom, Jumat 29 Agustus 2026.

Menurutnya, kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan modal. Padahal permintaan produk anyaman bambu cukup bagus, mulai dari kebutuhan rumah tangga, souvenir, hingga pesanan dari luar daerah.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, semestinya turun langsung melihat ke lokasi. Bantuan modal UMKM sangat dibutuhkan agar usaha ini bisa menopang produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sabdanom menambahkan, Desa Bentek memiliki potensi bahan baku bambu yang melimpah. Jika ditopang dengan permodalan dan pembinaan, produk anyaman dari Dusun Goa berpotensi menjadi ciri khas kerajinan khas Lombok Utara.

“Jangan sampai usaha yang sudah dirintis puluhan tahun ini berhenti hanya karena persoalan modal. Kami berharap ada perhatian nyata dari Pemda KLU agar UMKM seperti ini bisa naik kelas dan menggerakkan ekonomi desa,” tegasnya.

Sementara itu, Denda Nurhati mengaku saat ini masih bertahan dengan modal swadaya. Ia berharap ke depan ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar kerajinan anyaman bambu di Gangga bisa lebih berkembang dan berdaya saing.

“Harapan kami sederhana. Ada bantuan modal supaya bisa beli bahan baku lebih banyak, tambah alat, dan bisa mempekerjakan lebih banyak warga,” tutup Denda.

(Sabdanom)