Tim Pamatwil Polda Kalsel Cek Kesiapan Posko Karhutla Zona 2 Jejangkit

IMG_20260903_100646

Tim Pamatwil Polda Kalsel Cek Kesiapan Posko Karhutla Zona 2 Jejangkit

BARITO KUALA, KALSEL —  tribun-tv.comTim Pemantauan Wilayah (Pamatwil) Polda Kalimantan Selatan melakukan monitoring kesiapsiagaan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Posko Siaga Karhutla Zona 2, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (2/9/2026).

Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WITA tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, pola koordinasi, serta langkah cepat dalam menghadapi potensi terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Tim Pamatwil Polda Kalsel dipimpin Kabid TIK Polda Kalsel selaku Katim Pamatwil, Kombes Pol Afebrianto Widhi Nugroho, S.H., M.H., didampingi Dirresnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, S.I.K., M.M., serta Dirtahti Polda Kalsel AKBP Iwan Wahyu Purnomo, S.T., M.Si.

Kedatangan Tim Pamatwil disambut Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, S.H., M.H., bersama Kabag Ops Polres Barito Kuala Kompol Suroto, S.H., Kasat Intelkam AKP Saepudin, S.Sos., M.M., Kasat Samapta Iptu Maryono, S.H., Kasi Humas Iptu Mego, Padal Posko Karhutla Zona 2 Ipda Salamun Salam, S.H., serta personel Posko Zona 2.

Dalam monitoring tersebut, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kekuatan personel gabungan yang disiagakan di Posko Karhutla Zona 2 Kecamatan Jejangkit.

Secara keseluruhan, Regu 2 Posko Karhutla Zona 2 diperkuat 87 personel yang terdiri dari 31 personel gabungan Polres Barito Kuala dan Polsek jajaran Zona 2, 20 personel Kodim, 25 personel Yon TP Wangkang, 4 personel BPBD, 2 personel Dinas Perhubungan, 3 tenaga kesehatan, serta 5 personel Tagana.

Selain mengecek kesiapan personel, Tim Pamatwil juga memastikan ketersediaan sarana dan peralatan pemadam kebakaran. Di lokasi posko tersedia satu unit mobil BPK dari Yon TP Wangkang, dua unit mesin Alkon milik Sat Samapta Polres Barito Kuala lengkap dengan selang, satu unit tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta satu unit mobil BPBD yang dilengkapi mesin penyemprot.

Pengecekan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Kesiapsiagaan lintas sektoral menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan karhutla. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, Tagana, serta unsur terkait lainnya dinilai penting untuk memperkuat patroli, pemantauan wilayah rawan, deteksi dini, hingga respons cepat terhadap titik api.

Dengan kondisi personel dan sarana pendukung yang disiagakan, Posko Karhutla Zona 2 Kecamatan Jejangkit dinyatakan dalam kondisi siap digerakkan apabila terjadi kebakaran.

Pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami karhutla juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah api meluas sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Polres Barito Kuala menegaskan bahwa penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama melalui deteksi dini dan tindakan awal pemadaman secara cepat dan terukur.

Humas Polres